Halaman

Minggu, 22 April 2012

Mengenal Anak PraSekolah


Mengenal Anak Prasekolah

Oleh: Walsinur.Silalahi

Pada usia 3 tahun anak mampu melakukan berbagai gerakan seperti berlari,melempar. Orangtua maupun guru perlu memberikan kesempatan bebagai kegiatan yang aman bagi mereka.Anak2 yang berusia 4-5 tahun meskipun sdh mampu duduk diam umpama kalau mendengar cerita, mereka tetap masih membutuhkan latihan gerakan sehingga anak-anak ini tdk terlalu banyak duduk.

Dalam merancang pendidikan untuk anak, sebaiknya para orangtua tdk perlu banyak menuntut diluar kemampuan anak. Anak-anak prasekolah belum mahir melakukan gerakan yang disertai dengan aturan2. Mereka akan mengalami kesulitan untuk explorasi bila dipaksa mengikuti aturan2. Setiap hari anak2 membutuhkan kegiatan jasmani yang disertai dengan kebugaran dan aktivitas yang tinggi. Saat ini justeru ada kecenderungan anak lebih banyak pasif dan duduk diam di bangku sambil menonton TV.

Beberapa tip yang berguna bagi para orangtua dan guru untuk perkembangan anak adalah sbb:

Pastikan bahwa anak mempunyai kesempatan bermain dengan bola dan alat2 yang merangsang anak untuk bergerak,Bola disediakan dari berbagai ukuran dan berat, melalui bermain dengan bola anak belajar bagaimana melempar, menangkap dan menendang. Untuk anak yang masih muda berikan alat yang dapat diletakkan di luar seperti jungkat-jungkit, tangga, perosotan dan terowongan. Sedangkan bagi anak yang lebih besar perlu diberikan papan keseimbangan dan berbagai alat untuk dipanjat. Pada saat anak berusia 5 tahun, perlu diberikan kesempatan bermain lompat tali untuk melatih gerakan dan menjaga keseimbangan tubuh. banyak sekali kegiatan gerakan motorik halus untuk belajar mengontrol otot misalnya: menggambar, menggunting, menempel, menjahit dll.

Seorang anak yang berada pada tahapan sensori motor membutuhkan berbagai pengalaman dengan menyentuh, memegang, meraba, mencicipi dan melakukan explorasi. Cara anak melakukan explorasi seperti memukul-mukulkan mainan kelantai, mengoyang-goyangkan, menggelindingkan dan memasukkan mainan tsb kemulut. Tingkah laku explorasi adalah cara anak mengenal suatu benda atau mainan yang baru.

Berikan kepada anak sejumlah keping-keping dengan beraneka bentuk,ukuran dan warna. Doronglah anak untuk mengelompokkan keping2 tsb berdasarkan warna, ukuran dan bentuk.

Bahasa dan berpikir sangat berkaitan satu sama lain. Pemikir yang sedang dalam tahapan pra-operasional dapat didorong untuk melakukan diskusi berkaitan dengan pendapat masing2 anak. Dengan demikian cara berpikir egosentris sedikit demi sedikit dapat berkurang.


Artikel ini diambil dari : http://artikel.sabda.org/mengenal_anak_prasekolah